Menyiapkan biaya pendidikan anak bukan hanya soal menabung, tapi juga memilih instrumen keuangan yang tepat sejak awal. Dua pilihan populer yang kerap dipertimbangkan orang tua adalah tabungan pendidikan dan investasi deposito. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, tergantung pada kebutuhan, jangka waktu, dan fleksibilitas dana.
Apakah Anda menginginkan akses dana yang mudah, atau justru mengincar imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang? Untuk membantu Anda membuat keputusan yang lebih bijak dan sesuai tujuan, simak artikel ini hingga tuntas dan temukan pilihan yang paling cocok untuk rencana pendidikan anak Anda.
Kelebihan dan Kekurangan Tabungan
Merencanakan dana pendidikan anak sejak awal merupakan keputusan cerdas yang bisa memberikan ketenangan di masa depan. Banyak orang tua memilih tabungan pendidikan sebagai solusinya. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut, berikut ini kelebihan dan kekurangannya:
1. Kelebihan
Tabungan pendidikan memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya pilihan populer bagi orang tua. Pertama, kemudahan akses menjadi nilai tambah karena tabungan ini bisa dibuka di berbagai bank atau lembaga keuangan dengan proses yang sederhana. Setoran rutin juga dapat dilakukan secara fleksibel sesuai kemampuan finansial keluarga.
Karena dijamin oleh LPS, dana yang ditempatkan dalam tabungan pendidikan memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi. Produk ini juga cocok untuk tujuan keuangan jangka pendek hingga menengah, seperti persiapan biaya masuk sekolah dasar, menengah, atau tahun-tahun awal kuliah.
Tak kalah penting, membuka tabungan pendidikan sejak dini bisa menjadi langkah awal untuk mengajarkan anak tentang pentingnya menabung dan mengelola uang sejak kecil.
2. Kekurangan
Meskipun aman dan mudah diakses, tabungan pendidikan juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah tingkat bunga yang relatif rendah, sehingga pertumbuhan dana tidak optimal untuk jangka panjang dan bisa kalah dari laju inflasi.
Kekurangan lainnya adalah adanya potensi keterbatasan dalam pencairan dana. Beberapa produk mensyaratkan waktu pencairan tertentu yang tidak fleksibel, yang bisa menjadi kendala saat dana dibutuhkan segera. Di samping itu, biaya administrasi bulanan atau tahunan dari pihak bank juga bisa mengurangi akumulasi dana.
Oleh karena itu, jika tujuan keuangan Anda bersifat jangka panjang, seperti biaya kuliah di luar negeri, mempertimbangkan alternatif seperti deposito mungkin lebih menguntungkan karena menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.
Kelebihan dan Kekurangan Deposito

Deposito sering menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin mempersiapkan dana pendidikan anak dengan aman. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari investasi deposito yang bisa dijadikan bahan pertimbangan:
1. Kelebihan
Salah satu keunggulan utamanya adalah bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Hal ini membantu dana berkembang lebih maksimal dalam periode tertentu.
Selain itu, deposito juga memberikan keamanan ekstra karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS. Dengan pilihan jangka waktu yang beragam seperti 3, 6, atau 12 bulan, orang tua dapat menyesuaikan penempatan dana dengan rencana pendidikan anak secara lebih terstruktur.
2. Kekurangan
Salah satu kelemahan deposito yakni keterbatasan fleksibilitas. Jika Anda membutuhkan dana dalam waktu singkat, produk ini bukan pilihan tepat karena pencairan sebelum jatuh tempo dikenakan biaya penalti.
Di sisi lain, meskipun aman, keuntungan yang ditawarkan masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti saham atau reksadana. Dalam jangka panjang, tingkat inflasi juga bisa mengikis nilai bunga yang diperoleh sehingga daya beli dana menurun.
Mana yang Lebih Baik, Tabungan Pendidikan atau Deposito?
Memilih antara tabungan pendidikan dan deposito sebenarnya bergantung pada kebutuhan serta tujuan keuangan masing-masing orang tua. Sebelum memilih, penting untuk menimbang baik manfaat maupun risikonya secara menyeluruh.
Jika Anda membutuhkan fleksibilitas dalam mengakses dana, maka tabungan pendidikan bisa menjadi pilihan yang tepat. Tabungan ini memungkinkan penarikan dana kapan saja dan cocok untuk kebutuhan mendesak.
Selain itu, membuka tabungan sejak dini juga bisa membantu anak belajar kebiasaan menabung secara rutin. Namun, bunga yang ditawarkan biasanya lebih rendah sehingga pertumbuhan dananya pun cenderung lambat.
Namun, jika Anda menargetkan tujuan jangka panjang dan tidak memerlukan dana dalam waktu dekat, deposito bisa menjadi pilihan yang lebih menguntungkan karena menawarkan bunga lebih tinggi. Hanya saja, pencairan sebelum jatuh tempo akan dikenakan penalti dan biasanya membutuhkan dana awal yang lebih besar. Agar lebih optimal, Anda juga bisa mengombinasikan keduanya sesuai kebutuhan.
Menentukan pilihan antara tabungan pendidikan dan deposito sangat bergantung pada tujuan keuangan dan profil risiko Anda. Jika Anda mengutamakan proteksi dan kedisiplinan menabung, tabungan pendidikan bisa menjadi langkah awal yang bijak.
Namun jika Anda memiliki dana awal yang cukup dan menginginkan pertumbuhan dana dengan risiko rendah, investasi deposito layak dipertimbangkan. Kombinasi keduanya juga bisa menjadi strategi ideal, misalnya gunakan tabungan pendidikan untuk kebutuhan rutin dan deposito untuk mengembangkan dana secara optimal.
Kini, Anda bisa berinvestasi deposito mulai dari Rp1 juta dengan bunga kompetitif hingga 5% per tahun langsung dari Aplikasi DBS digibank. Tersedia pilihan tenor fleksibel 1 hingga 12 bulan dan dana Anda dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Nikmati juga layanan gaya hidup ekslusif, diskusi tren terkini, notifikasi pintar, dan edukasi finansial.
Anda akan mendapatkan banyak keuntungan dari Aplikasi DBS digibank. Mulai dari notifikasi untuk menangkap momentum 24/7, mengikuti berbagai kelas edukasi finansial, panduanĀ investasi dari advisor, serta dapatkan insight terkurasi mengenai tren dan sektor industri terkini dari pakar tepercaya. Yuk, mulai investasi lebih bijak bersama Aplikasi DBS digibank sekarang! Dapatkan detail selengkapnya seputar investasi melalui Aplikasi DBS digibank dengan klik di sini.
